CERPEN FALSAFAH HIDUP
|
|
Arjuna, cucuku, paling rupawan dan ksatria. Tak ada yang bisa luput dari bidikanpanahnya………
Tetapi Hastinapura juga mempunyai pemanah terbaik, jauh lebih kanuragan, lebih ksatriadan jauh lebih baik dari Arjuna, Karna……………….
Karna berperang dengan gemilang di medan laga mengkocar-kacirkan prajurit Pandawa.
Hanya dengan sekali bidikan Karna dapat membuyarkan segala pertahanan Pandawa.
Aku ….yang membesarkan Karna anak terasing dengan membekalinya ilmu kanuragantertinggi yang tak dimiliki oleh para dewata manapun,…..............................Hanya Karna yangbisa mengalahkan Arjuna karena Karna memiliki senjata Kunta, senjata yang palingmematikan siapa saja tak terkecuali Bhatara dewa mana sekalipun,…….tetapi yang sangatdisayangkan adalah senjata Kunta hanya bisa dipergunakan sekali saja…….. KarenanyaArjuna tak pernah berani mendekati Karna pada perang Bharatayuda ini sebelumnya.
Takut akan kekalahan yang menyakitkan…. Mati ditangan Karna yang memang gagahperkasa sebagai ksatria medan laga perang brathayudha ini ……. Apalah daya nanti di akhircerita…… bila arjuna yang sudah diceritakan sebagai ksatria gagah berani ternyata harus matiditangan karna seorang anak terbuang
Ternyata hukum keadilan bagi Kresna bukan berarti salah satu pihak yang berperang harusmendapatkan kemenangan lebih dahulu dan pihak lain mengalami kekalahan lebih awal.Maka kebijaksanaan Kresna berarti keculasan bagi pihak Kurawa.KresnamencurangiKurawa. Disuruhnya Dewi Kunti menemui Karna
Hanya Dewi Kunti yang bisa menyelamatkan Arjuna dalam perang tandingnya
melawan Karna.
Kresna berkata pada dewi Kunti “ Karena Karna adalah anak terbuangmu yang kau lahirkanlewat telingamu agar tetap perawan ketika disunting Pandu Dewanata. Karena Karna anakyang kau buang agar tetap menjadi putri raja yang terhormat. Karena kau adalah ibu Karna,hanya kau yang bisa meminta Karna untuk mengalah saat melawan Arjuna…. MintalahKarna agar ia tidak memakai senjata Kuntanya…,Maka perang tanding nantinya akanseimbang tentunya.”pujuk Kresna pada dewi Kunti………-------------------------------------
Dan menangislah Karna di pangkuan dewi Kunti, ibu yang selama ini dicari-carinya, raibtak pernah ada saat Karna membutuhkannya. Ibu yang selalu dirinduinya. Ibu yang tidakpernah mengakuinya sebagai putra. Ibu yang tidak pernah memberi apapun padanya.
Lalu sekarang, perempuan secantik bidadari ini menemuinya, mengelus kepalanya, menciumnya danlalu berkata “ Karna, anakku mengalahlah pada Arjuna. Jangan menggunakan Kunta,karena engkau juga purtraku. Aku tidak mau putraku saling membunuh”
Berpuluh tahun rasanya ……Karna tidak pernah merasakan menjadi seorang putra……..Iahanya dikenal sebagai kusir kereta yang miskin. Ia tidak tahu dimana ayah ibunya. Iabelajar sendiri mandiri menjadi ksatria pilih tanding sampai diangkat jadi panglima karenakemurahan hati Kurawa. Dan untuk itu Karna telah bersumpah mengabdi sampai mati untuk Hastinapura.
Lalu….. tiba-tiba saja, perempuan inidatang dan mengakuinya sebagai putra dari seorang dewa. Mengatakan bahwa Karna adalahanak Betara Surya, dewa matahari yang selalu bermandikan cahaya. Karna adalah putradewi Kunti, putri seorang raja…Dan sekarang perempuan ini memintanya untuk mengalah demi kemenangan putranya yangsatu lainnya.
Ibu macam apa itu???????......... Karna benci perempuan ini…….Ia tidak akan mengalahkepada Arjuna yang penakut itu, bahkan kepada Batara dewa macam apapun. Ia inginArjuna mati hancur lebur. Ia akan membuat Arjuna menjadi serpihan serpihan debu. Iaakan tunjukkan kepada ibunya bahwa ia adalah seorang ksatria pilih tanding. Bukan cumaArjuna saja yang patut selalu diikuti dan dituruti kehendaknya.
Maka di Kurusetra Karna beradu muka dengan Arjuna. Busur sama-samadirentangkan. Panah sama-sama dibidikkan. Arjuna agak miris ketakutan. Karna disinariBetara Surya ayahnya.---- Betara Indra ayah Arjuna dengan segan memayungi Arjuna.Dua anak Dewa sedang berlaga dalam perang Bharatayuda. Dua putra dari maharani yangmendua. Arjuna bergelung dikandung hangat didalam rahimdanKarna yang dilarungsetelah keluar lewat telinga, Siapa yang akan pralaya?????
Tetapi bukan Kresna namanya jika bukan curang, tentu ia telah mempersiapkan rencanakeduanya yang tentunya tidak menganut aliran ksatria. Kresna tahu Karna tidak akan maumengalah begitu saja.Ini justru waktu membalas sakit hati seorang putra yang sengajaditerlantarkan bertahun-tahun.
Kunta Karna siap dilepaskan dan Arjuna telah menjadi sasaran empuk bagi Kuntanya.Arjuna ketakutan…………………………Ingin segera lari kalau saja Sri Kresna tidak ada, sampaisampai tak terasa oleh arjuna ada sedikit air seni yang telah mengalir dari busana ksatriatersebut…… dan matanya pun dipejamkan pasrah menunggu kematian yangmenyakitkan…………… Akan tetapi ……terdengar gelegar suara Sri Kresna.....
“Gatotkaca!....... Seberapa besar baktimu pada Pandawa…….? Kresna bertanya padaGatotkaca putra Bima…………. Ksatria sakti yang digodok di kawah Candradimuka itupunmenjawab” Sebesar hormatku padamu, Kresna"
“ Kalau begitu siapkan dirimu menahan senjata Kunta Karna, selamatkan pamanmu Arjuna!”
perintah Kresna.
Maka melesatlah Gatot Kaca menghadang senjata Kunta yang dilepaskan Karna. Kuntamendesing menuju Arjuna tetapi dipotong Gatotkaca. Gatotkaca membentengi pamannyaArjuna………………….Dan meledaklah senjata itu didada Gatotkaca. Kuntapun musnah danGatotkaca menjadi tangisan isak pilu sedih berkepanjanganyang terlalu dalam bagi Bimaayah kandung Gatotkaca……., ksatria kawah Candradimuka yang mati sia-sia demi seorangpaman pengecut yang diakukan sebagai ksatria pilih tanding………………………semua demikepentingan Kresna.
Kresna berdiri sebagai sais kereta Arjuna. Tangannya memegang kendali kuda tetapi kata-katanya ditujukan membidik dada Karna. “ Karna, surgamu di telapak kaki ibumu,permintaan ibumu adalah baktimu sebagai putra”
Dan Karna pun sudah siap menerima keadaan apapun dengan segala martabat kesatriannya. …Di detik kelima… kemudian anak panah pun berkesiur dengan angin menancap di dada Karna.Dan Karna hanya sempat untuk mengucap kata “ Ibuuu….., aku bangga menjadi ksatriaHastinapura……., tak mungkin aku berkhianat untuk seorang ibu yang tak bermartabat,….ha…ha…haaaaa…”
….Dan Karna pun meregang tersungkur mati diujung panah Arjuna yang dibacakan Kresna
Filed Under: sastra
